Sarapan dengan Tempe pun Terasa Nikmat

TANPA sengaja, seorang teman belum lama ini membuat saya malu. Banyak kawan yang tidak rela saya diperlakukan seperti itu, termasuk istri saya.

Bagi saya, peristiwa itu justru semakin membesarkan saya, sebab saya bisa belajar dari kesalahan dan belajar untuk lebih profesional. Saya saat itu bisa saja marah atau paling tidak ganti mempermalukannya. Tapi hal itu tidak saya lakukan, sebab saya masih diberi kesempatan untuk memilih respon, melakukan hal yang sama atau sebaliknya.

Pilihan saya adalah sebaliknya, tidak melakukan apa-apa. Ingat apa yang sering dikatakan sahabat saya Arvan Pradiansyah, saya coba belajar untuk memakan makanan bergizi ke dalam pikiran saya. Artinya, peristiwa “mempermalukan” itu saya anggap sebagai materi pelajaran hidup. Lagi pula dalam peristiwa itu, saya tidak sendirian.

Namun bagi kawan yang lain, peristiwa itu rupanya masih dianggap sebagai ganjalan. Belum lama ini saya masih menerima SMS yang isinya pernyataan simpati kepada saya. “Mas, sampai hari ini, perasaanku masih resah, marah dan nggak sejahtera. Tega amat ya dia?” demikian isi SMS seorang teman.

Bingung saya mesti menjawab SMS bernada simpati itu seperti apa. Setelah merenung beberapa saat, saya balas SMS-nya seperti ini: “Ya, sudah, kita harus bisa memaafkan apa pun yang terjadi sebagai sangu (bekal) masuk surga.”

Plong. Tugas saya menyebar energi positif sudah saya lakukan. Saya berhasil mengendalikan diri untuk tidak jadi kompor yang memanas-manaskan situasi. Dalam soal ini saya jadi ingat apa yang dikatakan Mario Teguh, jika kita telah menebar kebaikan, tatkala kita ditimpa kemalangan, bahkan berbuat salah pun, pasti akan banyak orang yang membela kita. Mereka bahkan tidak percaya dengan kesalahan yang kita lakukan. Jangan habiskan waktu hanya untuk memikirkan satu-dua orang yang tidak menyukai atau mengecewakan kita, padahal di luar sana, ribuan, bahkan jutaan orang mengelu-elukan kita.

Sebelum tidur, saya masih sempat membuka Facebook. Ah, begitu baiknya teman-teman saya; mereka menulis kalimat-kalimat yang sangat menghibur dan menghapus kepenatan yang saya alami. Teman lama di kampus, Mayang Ranti – lebih dari 15 tahun tidak berjumpa – menebarkan energi positif setelah saya mengganti foto profil saya. Terimakasih Mayang.

Lalu, saya pun tidur nyenyak di malam hari. Bangun pagi, saya mendengar kicauan burung yang sangat merdu. Ah, burung-burung itu rupanya bersukaria sama dengan saya. Dedaunan di pohon-pohon bergemiricik tertiup angin seolah mengalunkan simponi yang sangat indah.

Lengkingan tukang sayur, ayam panggang yang menjajakan dagangan mereka yang biasa saya dengar amat menyebalkan, pagi ini berubah layaknya seorang penyanyi bersuara sopran, merdu sekali. Mendengar desingan pesawat udara, saya membayangkan betapa bahagia penumpang di dalamnya, karena mereka segera tiba di tujuan.

Pagi saya sarapan hanya dengan nasi, kecap, tempe dan kerupuk. Tapi, ah, betapa nikmatnya, karena semua itu masuk ke mulut saya dengan kesadaran penuh dan ungkapan rasa syukur.***

4 Responses to “Sarapan dengan Tempe pun Terasa Nikmat”

  1. SFS Fans Club Says:

    Mantap…

  2. Peter Says:

    Mas, senang membaca tulisannya yang telah menebarkan energi positif buat saya juga.

  3. Edhy Wahyu Says:

    Rasa-rasanya saya kok tahu yang dimaksud dalam cerita ini……;)

  4. TED Says:


    CheapTabletsOnline.Com. Canadian Health&Care.No prescription online pharmacy.Best quality drugs.Special Internet Prices. Low price drugs. Buy pills online

    Buy:Super Active ED Pack.Viagra Super Force.Zithromax.Cialis Professional.Viagra Soft Tabs.VPXL.Tramadol.Cialis Soft Tabs.Cialis Super Active+.Levitra.Viagra Professional.Propecia.Maxaman.Soma.Viagra Super Active+.Viagra.Cialis….

Leave a Reply