Kick Andy: Untukmu Bangsaku, Belajar dari Rudy Hartono, Rio-Ryan dan Chris John

GEKA-WRITENOW (Kamis 27 November 2008): Kick Andy dalam edisi spesial dalam rangka HUT ke-8 Metro TV, Selasa 25 November lalu mengangkat tema “Untukmu Bangsaku” dengan menghadirkan nara sumber Rudy Hartono, Rio dan Ryan Haryanto, dan Chris John.

Rudy Hartono adalah juara All England delapan kali, tujuh di antaranya berturut-turut. Rio dan Ryan adalah pembalap mobil, dan Chris John petinju profesional.

Keempatnya punya kesamaan, yaitu sama-sama berprestasi saat usia mereka belasan tahun. Kesamaan yang lain, mereka fokus dalam meraih prestasi, pantang menyerah, menjunjung tinggi disiplin; dan yang tak kalah pentingnya, mereka menghormati orang tua dan patuh kepada didikan mereka.

Siapa yang tidak kenal Rudy Hartono. Dia adalah satu-satunya atlet bulutangkis di dunia yang berhasil menjuarai kejuaraan All England delapan kali, tujuh di antaranya menang berturut-turut. Setelah tidak lagi menjadi atlet, sehari-hari, Rudy Hartono kini aktif sebagai seorang pengusaha, menjadi presiden komisaris sebuah perusahaan yang memproduksi oli (Top One). Selain itu Rudy juga aktif di PBSI sebagai pelatih dan manajer.

Rudy Hartono mengenal olahraga bulutangkis sejak berusia 8 tahun. Yang mengenalkan Rudy Hartono dengan dunia bulutangkis adalah ayahnya yang sehari-hari bekerja sebagai peternak dan penjahit.

Sang ayah mendidik Rudy Hartono dengan keras dan disiplin tinggi. “Ayah saya juga memegang teguh prinsip bahwa saya harus tekun dan fokus jika akan meraih prestasi,” katanya.

Menjuarai All England adalah goal yang ingin diraih Rudy Hartono. Dalam rangka meraih tujuan itu, saat berusia 11 tahun, dia sudah ikut kejuaraan bulu tangkis di tingkat lokal. Pernah kalah, Rudy Hartono mengaku kecewa berat. Dia lalu menangis, “sebab saya memang nggak mau kalah,” katanya menjawab pertanyaan Andy Noya, host Kick Andy.

Namun kekalahannya itu tidak membuatnya putus asa. Sebaliknya kekalahan itu dia jadikan pemicu untuk berlatih lebih keras lagi. Hitung-hitung 10 tahun dia berlatih terus menerus sebelum menjuarai All England untuk kali yang pertama pada tahun 1968 saat usianya baru 18 tahun. Rudy Hartono-lah satu-satunya atlet bulutangkis termuda yang berhasil menjuarai kejuaraan bergengsi itu.

Semangat pantang menyerah — juga tabah — yang ada pada diri Rudy Hartono memang luar biasa. Dalam sebuah kejuaraan saat berhadapan dengan pebulutangkis dari Malaysia Punch Gunalan, Rudy Hartono pernah ketinggalan angka 1-14.

Menyerahkah Rudy Hartono? Tidak. Dihadapkan pada kenyataan seperti itu, Rudy tidak putus asa dan sekali pun tidak pernah berpikir, “yah …, mati aku. Kalau ini yang saya pikirkan, maka saya benar-benar bisa mati dan kalah,” katanya.

Rudy Hartono berpikir positif. Ketinggalan 1-14 justru dilihatnya sebagai peluang untuk meraih kemenangan. Akhirnya Rudy bisa menyusul dan memenangkan pertandingan. “Kalaupun waktu itu saya kalah, bagi saya tidak ada persoalan, sebab saya sudah berusaha,” katanya.

Mengalahkan Punch Gunalan itulah yang akhirnya mengantarkan Rudy Hartono juara All England untuk tujuh kalinya secara berturut-turut. Setelah juara ketujuh kalinya inilah, Rudy Hartono baru memutuskan untuk mulai pacaran.

Rudy Hartono pun mengungkapkan cara bagaimana meraih prestasi di usia muda. Dia bilang: “Berpikirlah positif, berkomitmen, fokus dan siap menghadapi tekanan serta terus belajar.”

Terus belajar? Benar, sebab menurut Rudy Hartono, waktu sangat singkat. Oleh sebab itu kejarlah prestasi. “Sampai sekarang saya tidak pernah berhenti belajar,” katanya.

Ryan dan Rio Haryanto
Berprestasi di usia muda juga diraih dua bersaudara Ryan Haryanto dan Rio Haryanto. Berbagai kejuaraan balap mobil dan gokart mereka raih. Prestasi ini mereka dapatkan juga berkat didikan yang sangat keras dari sang ayah Sinyo Haryanto, mantan pembalap.

Rio dan Ryan sejak kecil telah terjun ke arena gokart. Ajang Formula Asia 2.0 pun menjadi awal adaptasi Rio yang baru menginjak usia 15 tahun. Dia berhasil mengusung bendera merah putih di podium Asia, sekaligus podium perdana overall. Sebuah awal yang manis bagi Rio dalam mewujudkan impiannya untuk dapat berlaga di arena balap bergengsi Formula-1. “Cita-cita saya memang menjuarai F-1,” kata Ryan menjawab pertanyaan Andy Noya.

Pada usia 9 tahun, Rio telah menuarai balap mobil nasional. Sedangkan sang kakak Ryan lebih dulu meretas jalan ke pentas balap dunia. Terakhir pemuda kelahiran Solo 20 tahun silam ini tampil memukau di kejuaraan Formula Renault Asia dengan mencapai podium kedua seri 9 dan 10 di Zuhai.

Banyak orang berharap sederetan prestasi yang diperoleh dua bersaudara ini menguatkan indikasi mereka pantas difasilitasi ke ajang F1. Jika berhasil, baik Rio atau Ryan akan menjadi pembalap Tanah Air pertama yang mampu mengukir sejarah dengan menembus pentas balap dunia paling bergengsi tersebut.

Sama dengan Rudy Hartono, keduanya mengatakan untuk berprestasi, siapa pun yang ingin meraihnya harus fokus, menjunjung tinggi disiplin, berpikir positif, dan sportif. Karena prestasinya, Ryan dipercaya oleh negara sebagai duta narkoba.

Chris John
Berkat kedisiplinan yang tinggi, bersemangat pantang menyerah serta berpikir positif juga membawa dampak positif bagi Yohanes Christian John (Chris John). Laki-laki petinju ini ini berhasil mempertahankan kejuaraan tinju kelas bulu versi WBA sebanyak 10 kali. Terakhir, lawan yang ditumbangkan adalah petinju asal Jepang, Hiroyuki Inoki.

Atas saran ayahnya, Chris John mulai berlatih tinju sejak berusia 5 tahun. Bertanding untuk kali yang pertama saat Chris John berumur 15 tahun.

Semuda itu? Ya, sebab sang ayah memang merindukan anaknya jadi petinju. “Ayah memberikan pendidikan yang amat keras kepada saya,” katanya.

Diperlakukan seperti itu, Chris John pernah atau sempat berpikir untuk marah dan kesal, sebab teman-teman seusianya bebas bermain, sementara dirinya harus berlatih dengan jadwal latihan yang amat ketat.

Kebiasaan positif itu terbawa hingga sekarang. Meskipun sudah berprestasi di tingkat dunia, Chris John setiap hari terus berlatih tinju di belakang rumahnya di Semarang.

Lahir di Jakarta, Chris John beristrikan Ana Maria Megawati dan dikaruniai seorang anak. Chris John amat peduli kepada keluarga. Di rumah, dia selalu memandikan anaknya. Ini dilakukan, sebab keluargalah yang memotivasi dirinya untuk berprestasi. “Melihat istri dan anak menyemangati saya untuk meraih prestasi,” kata Chris John yang menyebut ayah dan istrinya sebagai sosok yang amat berjasa dalam karier tinjunya.

Tipsnya untuk anak-anak muda? “Pergunakanlah waktu sebaik mungkin, sebab masa depan ditentukan saat kita muda,” katanya.

Gantyo Koespradono

Leave a Reply