Artikel, ‘Makanan’ yang Disukai Google
GEKA-WRITENOW (Jumat 21 November 2008): “Blog Bapak boleh juga di search engine Google …” Itu adalah komentar salah seorang pengunjung WRITENOW, blog saya di blogspot. Dia kemudian menyarankan kepada saya agar mendaftarkan blog itu ke sebuah komunitas blog yang bisa mendatangkan uang.
Sampai sebegitu jauh, blog saya WRITENOW memang belum saya komersialkan. Juga blog yang dipayungi Media Indonesia ini. Blog-blog tersebut untuk sementara ini masih saya manfaatkan untuk menyalurkan hobi saya, menulis tentang apa saja yang saya harapkan bermanfaat buat banyak orang.
Dengan menulis artikel, saya sekaligus ingin membuktikan benar tidak bahwa Google menyukai konten apabila kita menginginkan blog kita ditampilkan Google di halaman muka (10 besar). Ternyata benar, ibarat manusia, Google memang senang menyantap artikel. Jika kita rajin memberi makanan artikel kepadanya, maka Google akan dengan senang hati menempatkan blog kita di halaman muka jika kita mengetik kata-kata kunci tertentu di search engine-nya.
Sama halnya dengan manusia, Google menyukai makanan bergizi. Persoalannya, makanan (artikel) bergizi seperti apa yang disukai Google?
Inilah cara memberi makanan bergizi yang disukai Google:
1. Buatlah artikel yang orisinil karya Anda sendiri. Anda boleh saja mengutip artikel dari blog orang lain, tapi jangan dikutip mentah-mentah. Usahakanlah Anda mengeditnya lebih dulu dan lengkapi dengan data dari sumber lain (buku, surat kabar, majalah) atau peristiwa-peristiwa yang Anda alami. Dengan kata lain, Google tidak suka dengan karya hasil plagiat.
2. Mengutip sebagian artikel dari blog lain memang tidak diharamkan. Jika ini yang Anda lakukan, sebaiknya Anda sebutkan sumbernya. Jika Anda mengambil dari blog atau situs lain, sebaiknya Anda beri link ke situs/blog tempat di mana Anda mengambil bahan untuk artikel Anda. Misal jika Anda mengambil bahan artikel dari Media Indonesia, sebaiknya Anda beri link saat Anda menulis Media Indonesia. Meskipun ‘editor’ Google robot, mereka tahu kita seorang profesional atau tidak. Mereka mengetahui kita punya etika atau tidak.
3. Buatlah artikel yang banyak menggunakan kata kunci khas namun mudah diingat oleh para netter, misal “asparagus organik” atau nama orang yang unik. Nama saya “gantyo” termasuk unik, sehingga begitu kita mengetik “gantyo” di mesin pencari, yang akan muncul adalah “gantyo” (saya), meskipun di Indonesia, menurut yang saya ketahui, ada tiga orang bernama “gantyo”. Jika Anda menulis artikel menggunakan kata kunci “gantyo”, jangan lupa sering-seringlah menulis kata “gantyo” dalam artikel Anda. Tapi kalimatnya harus nyambung; jangan asal tulis. Penasaran? Cobalah. Di blog saya GEKA-WRITENOW (Media Indonesia), saya pernah menulis artikel tentang Prabowo Subianto. Begitu saya posting, beberapa jam kemudian, blog ini muncul di halaman pertama Google. Namun hari berikutnya tergeser ke halaman dua. Untuk bisa muncul kembali di halaman pertama, mau tidak mau, saya harus menulis lagi artikel tentang Prabowo Subianto. Saya juga pernah menulis sosok petani teladan bernama Doyo Iskandar. Sampai sekarang, blog saya tetap muncul di halaman pertama Google jika kita mengetik kata kunci “Doyo Iskandar.”
4. Google rupanya tahu teori jurnalistik yang menyebutkan bahwa judul harus mencerminkan isi (berita). Itu artinya judul (header) yang Anda pilih harus sama dengan isi artikel yang Anda tulis. Judul sebaiknya saripati dari lead (alinea pertama) artikel yang Anda tulis. Usahakan judul juga mengandung kata kunci. Misal kalau artikel Anda mengulas tentang asparagus organik, usahakan judul artikelnya juga ada kata-kata “asparagus organik.”
5. Jangan lupa mencantumkan kata-kata kunci yang sama untuk tag tulisan Anda.
6. Tulislah artikel mengenai peristiwa baru dan peristiwa itu akan digunakan banyak orang sebagai kata kunci. Percayalah, jika Anda lihai “mencium” peristiwa-peristiwa seperti ini, blog Anda akan segera diorbitkan oleh Google di halaman muka. Saat harian Kompas menyelenggarakan acara Kompas Political Gathering, keesokan harinya saya langsung menulis artikel soal itu dengan menggunakan kata kunci “kompas political gathering”. Beberapa jam kemudian, saya ketik kata kunci itu di search engine Google, blog saya langsung muncul di nomor urut empat halaman pertama Google setelah harian Kompas. Namun keesokan harinya, blog saya tergeser, sebab banyak situs portal berita yang menulis acara itu, sehingga blog saya kalah bersaing. Penasaran, saya ketik di mesin pencari Google kata kunci itu dengan tambahan kata “hermawan kartajaya”, blog saya kembali muncul di halaman muka.
7. Agar “makanan” yang Anda berikan kepada Google tepat sasaran, jangan sekali-kali menulis artikel yang kata kuncinya telah banyak digunakan orang yang jumlahnya mencapai jutaan. Iseng, saya pernah menulis artikel tentang Barack Obama dengan menggunakan kata kunci “yes we can”. Begitu saya posting (up-load), blog saya tak muncul, nggak tahu di urutan ke berapa juta.
8. Untuk bisa mengolah menu “makanan” yang cocok buat Google sebagaimana tertulis di butir 7, sebaiknya Anda riset kata-kata kunci di Google Adwords: Keyword Tool. Dari sini Anda akan mengetahui kata-kata kunci apa yang sering digunakan dan dicari orang.
Sebenarnya ada banyak cara agar blog kita disukai Google. Berdasarkan informasi yang saya peroleh, setidaknya ada tiga cara, yaitu:
1. Teknis.
2. Membangun jaringan dengan cara menyosialisasikan blog kita melalui milis atau forum-forum. Semakin banyak orang yang mengunjungi blog kita, Google amat senang. Dia mengibaratkan kita sebagai “koki” yang pintar memasak.
3. Perkaya blog kita dengan artikel.
Nah, dari ketiga cara itu, cara ketiga telah saya beberkan di atas, sebab cara itulah yang saya paling ketahui. Semoga tulisan di atas dapat memotivasi para blogger yang terlanjur telah membuka blog di Media Indonesia namun bingung harus diisi dengan “makanan” apa.
Gantyo Koespradono
November 26th, 2008 at 7:16 pm
Ternyata Pak Gantyo hebat juga. Bisa menulis mengenai apa yang disebut orang dengan SEO dengan cara yang begitu mudah dimengerti.
Selama ini saya hanya bisa melihat Pak Gantyo di Metro Malam kalau pas Pak Gantyo giliran membawakan edisi esok Media Indonesia. Ternyata Pak Gantyo punya blog juga. Saya tahu dari Mas Wicak Ndorokakung.com.
November 27th, 2008 at 7:04 pm
Hallo Mas Arif Widarto
Iya, saya belajar SEO (teknis) juga dari anak-anak muda setelah saya mengikuti sebuah seminar tentang internet marketing. Pokoknya belajar teruslah.
February 8th, 2009 at 2:16 pm
terima kasih atas pencerahannya
August 16th, 2009 at 8:15 pm
wah kamsia infonya “KULINER” nya bos.sukses selalu.
October 2nd, 2009 at 3:37 pm
Salam kenal pak Gantyo. Artikel anda sangat menarik dan berguna, semangat terus pak untuk menulis artikel yang lebih baik lagi. Jikalau Bapak berkenan kunjungi situs kami di http://www.ksupointer.com. Terimakasih.
November 26th, 2009 at 10:46 am
Dari: Hawila Organizer
Terima kasih Pak untuk artikelnya. Sangat bermanfaat untuk kami di dalam menjalankan bisnis melalui internet.
Jika pembaca membutukan informasi mengenai wedding dan multimedia, silahkan menghubungi kami di
http://www.hawila-organizer.com